Deep Red Flaming

Kamis, 07 April 2011

DISRIPSI KELUARGA


Secara historis / story munculnya sebuah keluaraga, menurut agama, pada zaman dahulu ada laki-laki
yang namanya Adam & perempuan namanya Hawa, Adam & Hawa hidup di surga sebagai pasangan suami istri, karena melanggar larangan Tuhan mereka berdua mendapat hukuman dari Tuhan, mereka berdua di keluarkan dari surga oleh Tuhan & di tempatkan Tuhan di bumi, mereka di tempatkan pada jarak yang sangat jauh antara  bumi barat & bumi timur, dengan waktu yang sangat
lama mereka menjalani hidup sendiri, oleh petunjuk Tuhan mereka yang di buang di timur di perintah Tuhan untuk berjalan ke timur & yang di buang di barat dia harus berjalan terus ke barat hingga akhirnya mereka pun bertemu dengan waktu yang sangat lama.
Setelah bertemu kembali mereka pun melakukan dinamika yang dinamis layaknya seorang pasangan suami istri, mereka pun memiliki keturunan yang banyak yang barkembang sampai sekarang, mereka menikahkan anak mereka sendiri atas perintah Tuhan untuk melestarikan manusia hingga akhir usia, tapi sekarang pernikahan dengan saudara kandung itu di larang karena sudah ada banyak manusia, sehingga ada aturan Tuhan yang baru mengenai larangan pernikahan saudara kandung walaupun esensialnya semua manusia adalah saudara & berasal dari orang tau yang sama.
Interpretasi asal mula keluarga memang tidak mutlak benar karena banyaknya berbagai macam sudut pandang yang berbeda, menurut faham-faham aliran tertentu & rasionalisasinya. Menurut DARWIN “ manusia adalah keturunan dari Kera yang berevolusi menjadi manusia dengan rasionalisasinya, namun ada juga yang membantah teori tersebut dengan analisis ilmiahnya yang tidak sependapat dengan DARWIN, tapi dari berbagai polemik yang ada serta masing-masing rasionalisasinya ada banyak kesamaan & kesamaan tersebutlah yang menimbulkan keyakinan terhadap kebenaran tantang history / story terjadinya / adanya manusia di muka bumi ini.
Keluarga adalah kumpulan manusia yang memiliki hubungan darah & memiliki ikatan batin / emosional yang kuat, keluarga terbentuk adanya suatu pernikahan yang absah secara agama & hukum / norma-norma yang ada & berlaku, di tinjau dari ilmu sosiologi keluarga masuk dalam substansi patambayan, karena berasal dari garis keturunan yang sama. Sehingga talenta persaudaraannya lebih kuat, dan bukan termasuk kelompok paguyuban, kelompok paguyuban adalah sebuah kelompok ikatan persaudaraan antar manusia untuk hidup bersosial, karena filosofi dasar manusia adalah sebagai mahkluk sosial dimana manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain / manusia bukan mahkluk individu.
Secara psycys biologis manusia sangatlah banyak, salah satunya adalah berkeluarga, karena kelangsungan hidup di dunia & hukum alam yang mengharuskan manusia untuk membentuk suatu keluarga, hukum alam menetapkan ketidak abadian hidup manusia, seorang manusia endingnya akan meninggal dunia & untuk melangsungkan proses kematian, manusia di tuntut oleh sang alam untuk membentuk sebuah keluarga, dimana keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, saling membantu / membutuhkan serta untuk mengurus kematian & banyak lagi fungsi / peran penting yang lainnya.
Adanya pembentukan sebuah keluarga karena tuntutan alam /  biologis manusia itu sendiri & kesadaran manusia betapa pentingnya peran sebuah keluarga, pada dasaranya manusia itu adalah satu keluarga besar yang mendirikan keluarga kecil di dunia ini ( populasi manusia ). Alasan tersebut cukup rasional, ilmiah jika keluarga adalah substansi dari sebuah paguyuban karena filosofis manusia adalah satu garis keturunan / satu gen yang membuktikan mereka adalah satu keluarga besar di dunia ini yang membuat scub keluarga kecil.
Keluarga sebagai paguyuban disini menandakan bahwa adanya kesadaran manusia yang menyadari bahwa manusia adalah sebaga mahkluk sosial bukan sebagai mahklik individu sehingga dia membentuk suatu ikatan, baik ikiatan keluarga dalam scub kecil / scub yang besar jika dilihat dalam keseluhan manusia adalah saudara, pandangan ini yang menyadarkan mereka harus berkeluarga & bersosial.

0 comments :

Posting Komentar