BAB I
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan
syukur Alhamulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas UTS yang berupa
paper seperti ini.
Penulis
“ mohon ma’af “ akan segala keterbatasan
dan kekurangan baik penulisan kata maupun ejaan kata dalam pembuatan paper ini.
Tidak lupa saya mengcapkan terima kasih kepada :
-
Bpk. Gunawan, S.Ag.,M.Si sebagai Dosen mata
kuliah Komunikasi Massa, karena beliau lah yang menjadikan Saya belajar untuk
lebih memahami tentang teori – teori komunikasi massa lbih dalam.
-
Dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih
kepada tenam - teman saya sekelas yang menjadikan sebuah inspirasi belajar bagi saya.
mudahan Paper ini bisa bermanfaat dan semoga dapat
memenuhi harapan untuk mendapatkan nilai yang maksimal.
Cukup sekian dari saya yang mungkin
banyak kekurangan saya mohon untuk di maklumi, karna dari kesalahan akan
menjadikan suatu pelajaran untuk mencapai suatu kebenaran………
Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Hidup adalah pilihan
Semua itu saling berketerkaitan
berdasarkan pengaplikasiannya…
Terima kasih…….
=================================================================
BAB II
LATAR BELAKANG.
Media massa atau dapat juga disebut sebagai komunikasi
massa adalah salah satu bentuk dari sarana dan tatacara dalam berkomunikasi
yang dibutuhkan setiap individu dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial.
komunikasi massa adalah merujuk pada keseluruhan institusinya
yang merupakan pembawa pesan, koran, majalah, stasiun pemancar, yang mampu
menyampaikan pesan kejutaan orang nyaris serentak. Maka semua bentuk cara dan alat pembawa pesan
yang dapat menyampaikan kabar kepada semua penikmat berita yang berjumlah
banyak dalam waktu hampir serentak dapat dikatakan sebagai media massa.
Selain hal tersebut diatas,
komunikasi massa atau media massa mempunyai beberapa karakteristik yaitu:
1. komunikasi
massa adalah sifatnya satu arah. Memang ada televisi maupun radio yang
mengadakan dialog interaktif yang melibatkan khalayak secara langsung. Namun
itu hanya untuk keperluan terbatas.
2. selalu
ada proses seleksi. Misal, setiap media memilih khalayaknya
3. karena
media mampu menjangkau khalayak secara luas, jumlah media yang diperlukan
sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga kompetisinya selalu berlangsung ketat.
4. Untuk
meraih khalayak sebanyak mungkin, harus berusaha membidik sasaran tertentu.
5. komunikasi
dilakukan oleh institusi sosial yang harus peka terhadap kondisi lingkungannya.
Pandangan bahwa media massa kuat mempengaruhi atau
membentuk masyarakat, dapat dikritisi dari pangkalnya yang mengabaikan
pandangan determinasi teknologi mengenai perubahan masyarakat. Perubahan besar
dalam kehidupan masyarakat berasal dari penemuan dan pengembang-luasan
teknologi. Karenanya teknologi tidak meloncat langsung dalam perubahan struktur
moda komunikasi dalam masyarakat melainkan mengubah masyarakat lebih dulu. Seperti
sering dikutip dari Karl Marx, “the windmill gives you society with feudal
lord; the steam-mill, society with the industrial capitalist.”
Adanya kincir angin melahirkan tuan tanah, hadirnya mesin uap memunculkan
kapitalis industri. Perubahan masyarakat membawa implikasi pada tuntutan pada
cara-cara bertindak dalam kehidupan sosial-ekonomi, untuk kemudian mengubah
konfigurasi masyarakat dalam sosial-politik.
Media
massa memiliki kemampuan untuk memberitahukan kepada masyarakat atau khalayak
tentang isu-isu tertentu yang dianggap penting dan kemudian khalayak tidak
hanya mempelajari dan memahami isu-isu pemberitaan tapi juga seberapa penting
arti suatu isu atau topik berdasarkan cara media massa memberikan penekanan
terhadap isu tersebut. Jadi apa yang dianggap penting dan menjadi agenda media
maka itu pulalah yang juga dianggap penting dan menjadi media bagi khalayak.
======================================================================
BAB III
LANDASAN TEORI.
Lasswell
& Wirght menguraikan fungasi media dalah sebuah pemikiran teoritik yang di
kenal dengan The Funtions of Massa Communication, yaitu: Surveillance of the
environment: media memberikan informasi tentang berbagai peristiwa yang
terjadi.
Selain itu Media massa secara teoritis selain sebagai
saluran informasi juga sebagai saluran pendidikan dan saluran hiburan, namum
kenyataannya media massa memberi
efek lain diluar fungsinya itu. Efek media massa tidak saja mempengaruhi sikap
seseorang namun juga dapat mempengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek
media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat. Bila sebelum era
reformasi berlangsung media massa seakan-akan terbelenggu kebebasannya oleh
rezim penguasa saat itu maka saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk
melepaskan belenggu itu. Media massa ditanah air sering kali mempublikasikan
berita - berita yang terkait dengan kasus-kasus kriminalitas yang terkini
lengkap dengan kronologis peristiwa dan alat serta cara yang digunakan si
pelaku untuk melakukan perbuatannya.
Seringkali berita tersebut terlalu berlebihan dalam pemuatannya
sehingga menimbulkan efek yang tidak perlu bagi orang yang mengkonsumsi berita
tersebut. Berdalih dengan berlindung dibalik kebebasan berkomunikasi yang
dijamin oleh UUD 1945 pasal 28 F yang berbunyi “ setiap orang berhak untuk
berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan
sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,
mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang
tersedia “. Tanpa mengingkari fungsi dan
maanfaat media massa dalam kehidupan masyarakat, disadari adanya sejumlah efek
sosial negatif yang ditimbulkan oleh media massa. Karena itu media massa
dianggap ikut bertanggung jawab atas terjadinya pergeseran nilai - nilai dan
perilaku di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat selera budaya,
meningkatnya kejahatan, dan rusaknya moral. Selain itu media massa juga dapat
mempengaruhi psikologis masyarakat. Sebagai contoh acara siaran berita yang di
adakan oleh J-TV (pojok kampung) yang
sering menggunakan bahasa jawa kasar dalam menyampaikan suatu pesan / berita,
dan bahasa itu akan menjadi sugesti pada penonton / orang yang menyaksikan
beria ikut terpengaruh dengan bahasa karasnya tersebut. Bahasa yang di gunakan
antara lain:
Jaika
ada orang meninggal krena kecelakaan atau terbunuh, pemerkosaan atau pencabulan
bahasa yang di gunakan untuk menyampaikan berita begitu kasar.
Contoh
pemberitaan orang gila meninggal karena tertabrak kereta api “ono wong edan malku nang dalan kereto terus
ketabrak lan dadi MATEK” bagi pendengar berita secara tidak di
sadari akan menirukan perkataan – perkataan tersebut terutama anak - anak dan remaja. Apa lagi jika memberitakan
tentang adanya kasus pemerkosaan atau pencabulan, penyampaian pesannya akan
terlalu fulgar.
Selain dampak buruk dari media massa seperti yang telah
disebutkan diatas, diakui maupun tidak media massa juga mempunyai efek positif
juga bagi perkembangan masyarakat. Melalui informasi yang diberikan oleh media massa
dengan berbagai macam jenisnya masyarakat dapat mengetahui perkembangan terkini
yang terjadi tidak hanya dilingkungan sekitarnya tetapi bahkan dunia. Media
massa tidak mengenal keterbatasan yang didasarkan pada wilayah suatu daerah
atau batas-batas geografi, negara maupun antariksa sekalipun. Sehingga bagi
masyarakat yang selalu mengikuti perkembangan terkini yang terjadi pada dunia
dan alam semesta, kehadiran media massa sangatlah memberikan dampak yang
positif.
Contoh
missal adanya pemberitaan tentang kreatifitas anak – anak pelajar dan pemenuan – penemuan tentang
kemajuan tehnologi, contoh pemberitaan anak pelajar di Indonesia yang bisa
membuat robot dan kreatifita – kreatifitas yang lainnya.
====================================================================
BAB
IV
KESIMPULAN.
Bagaimana pengaruh media komunikasi massa terhadap
perubahan masyarakat, lebih jauh bagaimana perubahan itu dalam kaitan dengan
masyarakat Indonesia yang pluralistis, merupakan persoalan kunci pembahasan
ini. Media massa dipandang punya kedudukan strategis untuk melakukan perubahan
dalam masyarakat. Dengan begitu media massa merupakan instrument fungsi
pragmatis dari pihak di luar media massa ataupun bagi pemilik media massa
sendiri dalam menghadapi masyarakat. Pada sisi lain, keberadaan media massa
dilihat dari sifat materinya yang terdiri atas fakta dan fiksi. Kedua macam
materi ini selain memiliki perbedaan dalam hal sumbernya, juga memiliki konteks
kemanfaatan yang berbeda bagi penerimanya. Materi factual membawa penerimanya
kepada alam interaksi sosial yang bersifat empiris dan obyektif, sementara
materi fiksional ke alam psikologis yang sifatnya subyektif. Secara sederhana
dapat disebut bahwa yang pertama mengajak orang untuk ke dunia luar, untuk
terlibat pada alam sosial. Sedang yang kedua membawa orang ke dunia dalam (inner
world), memasuki alam psikologisnya sendiri.
Media massa sangatlah berpengaruh terhadap linkungan
masyarakat. Dengan adanya media massa masyarakat akan selalu tahu tentang
kemajuan zaman, bahkan kemundurannya suatu Negara. Dalam arti, adanya
komunikasi massa masyarakat bisa mengkonsumsi sumber berita yang terkini bahkan
yang akan datang, masyarakat akan lebih tahu dengan keadaan kehidupan yang berada
di alam sekitarnya, tahu keadaan suatu Negara, dan bahkan akan tahu keadaan /
kemajuan tentang tehnologi – tehnologi baru yang ada di luar lingkungannya.
Meskipun demikian tetap saja ada beberapa kasus
penyalahgunaan media massa yang dilakukan oleh oknum - oknum dengan
mengandalkan kelemahan media massa sebagai alatnya. Seperti yang diungkapkan
oleh Drs. Abdulsyani bahwa bacaan-bacaan yang buruk, porno, kriminal merupakan factor
faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kriminalitas15. Karena bacaan bacaan
yang demikian lebih menarik untuk dibaca dan lebih besar pengaruhnya daripada bacaan-bacaan
yang berisikan pengetahuan umum dan berita social kemasyarakatan lainnya.
Menurut Stephen Hurwitz 16, memang pengaruh bacaan demikian dapat berbahaya,
sekalipun sekaligus Hurwitz mengatakan bisa sebaliknya. Dikatakan demikian
karena bacaan yang buruk itu bisa sampai pada batas tertentu dapat diimbangi,
artinya keburukan dapat membelokkan kecenderungan kriminal dengan jalan memberi
kan kepuasan kepada fantasi, sehingga dapat ditemukan pemecahan bagi si pembaca
itu sendiri. Terutama terhadap bacaan yang menyajikan pornografi. Sedangkan menurut
Louis Ie Maire17, bacaan pornografi, terutama dalam bentuk –bentuk cerita
bergambar yang mudah didapat umum, merupakan sumber yang berbahaya, khususnya
bagi orang -orang yang punya predisposition (pembawaan) melakukan
kejahatan seks. Yang dapat juga disebabkan oleh trauma pelecehan seks massa
kecil si pelaku.
Download E-Book Gratis Dan Wacana Yang Lainnya
0 comments :
Posting Komentar