Deep Red Flaming

Minggu, 21 Oktober 2012

Komunikasi Massa


BAB I
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas UTS yang berupa paper seperti ini.
            Penulis “ mohon ma’af  “ akan segala keterbatasan dan kekurangan baik penulisan kata maupun ejaan kata dalam pembuatan paper ini. Tidak lupa saya mengcapkan terima kasih kepada :
-          Bpk. Gunawan, S.Ag.,M.Si sebagai Dosen mata kuliah Komunikasi Massa, karena beliau lah yang menjadikan Saya belajar untuk lebih memahami tentang teori – teori komunikasi massa lbih dalam.

-          Dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada tenam - teman saya sekelas yang menjadikan sebuah inspirasi belajar bagi saya.
mudahan Paper ini bisa bermanfaat dan semoga dapat memenuhi harapan untuk mendapatkan nilai yang maksimal.
            Cukup sekian dari saya yang mungkin banyak kekurangan saya mohon untuk di maklumi, karna dari kesalahan akan menjadikan suatu pelajaran untuk mencapai suatu kebenaran………



Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Hidup adalah pilihan
Semua itu saling berketerkaitan berdasarkan pengaplikasiannya…
Terima kasih…….

=================================================================
BAB II
LATAR BELAKANG.

Media massa atau dapat juga disebut sebagai komunikasi massa adalah salah satu bentuk dari sarana dan tatacara dalam berkomunikasi yang dibutuhkan setiap individu dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial.
komunikasi massa adalah merujuk pada keseluruhan institusinya yang merupakan pembawa pesan, koran, majalah, stasiun pemancar, yang mampu menyampaikan pesan kejutaan orang nyaris serentak.  Maka semua bentuk cara dan alat pembawa pesan yang dapat menyampaikan kabar kepada semua penikmat berita yang berjumlah banyak dalam waktu hampir serentak dapat dikatakan sebagai media massa.
            Selain hal tersebut diatas, komunikasi massa atau media massa mempunyai beberapa karakteristik yaitu:
1.    komunikasi massa adalah sifatnya satu arah. Memang ada televisi maupun radio yang mengadakan dialog interaktif yang melibatkan khalayak secara langsung. Namun itu hanya untuk keperluan terbatas.
2.    selalu ada proses seleksi. Misal, setiap media memilih khalayaknya
3.    karena media mampu menjangkau khalayak secara luas, jumlah media yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga kompetisinya selalu berlangsung ketat.
4.    Untuk meraih khalayak sebanyak mungkin, harus berusaha membidik sasaran tertentu.
5.    komunikasi dilakukan oleh institusi sosial yang harus peka terhadap kondisi lingkungannya.
Pandangan bahwa media massa kuat mempengaruhi atau membentuk masyarakat, dapat dikritisi dari pangkalnya yang mengabaikan pandangan determinasi teknologi mengenai perubahan masyarakat. Perubahan besar dalam kehidupan masyarakat berasal dari penemuan dan pengembang-luasan teknologi. Karenanya teknologi tidak meloncat langsung dalam perubahan struktur moda komunikasi dalam masyarakat melainkan mengubah masyarakat lebih dulu. Seperti sering dikutip dari Karl Marx, “the windmill gives you society with feudal lord; the steam-mill, society with the industrial capitalist.” Adanya kincir angin melahirkan tuan tanah, hadirnya mesin uap memunculkan kapitalis industri. Perubahan masyarakat membawa implikasi pada tuntutan pada cara-cara bertindak dalam kehidupan sosial-ekonomi, untuk kemudian mengubah konfigurasi masyarakat dalam sosial-politik.
            Media massa memiliki kemampuan untuk memberitahukan kepada masyarakat atau khalayak tentang isu-isu tertentu yang dianggap penting dan kemudian khalayak tidak hanya mempelajari dan memahami isu-isu pemberitaan tapi juga seberapa penting arti suatu isu atau topik berdasarkan cara media massa memberikan penekanan terhadap isu tersebut. Jadi apa yang dianggap penting dan menjadi agenda media maka itu pulalah yang juga dianggap penting dan menjadi media bagi khalayak.


======================================================================
BAB III
LANDASAN TEORI.

            Lasswell & Wirght menguraikan fungasi media dalah sebuah pemikiran teoritik yang di kenal dengan The Funtions of Massa Communication, yaitu: Surveillance of the environment: media memberikan informasi tentang berbagai peristiwa yang terjadi.
Selain itu Media massa secara teoritis selain sebagai saluran informasi juga sebagai saluran pendidikan dan saluran hiburan, namum kenyataannya media massa memberi efek lain diluar fungsinya itu. Efek media massa tidak saja mempengaruhi sikap seseorang namun juga dapat mempengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat. Bila sebelum era reformasi berlangsung media massa seakan-akan terbelenggu kebebasannya oleh rezim penguasa saat itu maka saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk melepaskan belenggu itu. Media massa ditanah air sering kali mempublikasikan berita - berita yang terkait dengan kasus-kasus kriminalitas yang terkini lengkap dengan kronologis peristiwa dan alat serta cara yang digunakan si pelaku untuk melakukan perbuatannya.
Seringkali berita tersebut terlalu berlebihan dalam pemuatannya sehingga menimbulkan efek yang tidak perlu bagi orang yang mengkonsumsi berita tersebut. Berdalih dengan berlindung dibalik kebebasan berkomunikasi yang dijamin oleh UUD 1945 pasal 28 F yang berbunyi “ setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia “.  Tanpa mengingkari fungsi dan maanfaat media massa dalam kehidupan masyarakat, disadari adanya sejumlah efek sosial negatif yang ditimbulkan oleh media massa. Karena itu media massa dianggap ikut bertanggung jawab atas terjadinya pergeseran nilai - nilai dan perilaku di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat selera budaya, meningkatnya kejahatan, dan rusaknya moral. Selain itu media massa juga dapat mempengaruhi psikologis masyarakat. Sebagai contoh acara siaran berita yang di adakan oleh J-TV (pojok kampung) yang sering menggunakan bahasa jawa kasar dalam menyampaikan suatu pesan / berita, dan bahasa itu akan menjadi sugesti pada penonton / orang yang menyaksikan beria ikut terpengaruh dengan bahasa karasnya tersebut. Bahasa yang di gunakan antara lain:
Jaika ada orang meninggal krena kecelakaan atau terbunuh, pemerkosaan atau pencabulan bahasa yang di gunakan untuk menyampaikan berita begitu kasar.
Contoh pemberitaan orang gila meninggal karena tertabrak kereta api “ono wong edan malku nang dalan kereto terus ketabrak lan dadi MATEKbagi pendengar berita secara tidak di sadari akan menirukan perkataan – perkataan tersebut  terutama anak -  anak dan remaja. Apa lagi jika memberitakan tentang adanya kasus pemerkosaan atau pencabulan, penyampaian pesannya akan terlalu fulgar.
Selain dampak buruk dari media massa seperti yang telah disebutkan diatas, diakui maupun tidak media massa juga mempunyai efek positif juga bagi perkembangan masyarakat. Melalui informasi yang diberikan oleh media massa dengan berbagai macam jenisnya masyarakat dapat mengetahui perkembangan terkini yang terjadi tidak hanya dilingkungan sekitarnya tetapi bahkan dunia. Media massa tidak mengenal keterbatasan yang didasarkan pada wilayah suatu daerah atau batas-batas geografi, negara maupun antariksa sekalipun. Sehingga bagi masyarakat yang selalu mengikuti perkembangan terkini yang terjadi pada dunia dan alam semesta, kehadiran media massa sangatlah memberikan dampak yang positif.
Contoh missal adanya pemberitaan tentang kreatifitas anak – anak  pelajar dan pemenuan – penemuan tentang kemajuan tehnologi, contoh pemberitaan anak pelajar di Indonesia yang bisa membuat robot dan kreatifita – kreatifitas yang lainnya.

====================================================================
BAB IV
KESIMPULAN.

Bagaimana pengaruh media komunikasi massa terhadap perubahan masyarakat, lebih jauh bagaimana perubahan itu dalam kaitan dengan masyarakat Indonesia yang pluralistis, merupakan persoalan kunci pembahasan ini. Media massa dipandang punya kedudukan strategis untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Dengan begitu media massa merupakan instrument fungsi pragmatis dari pihak di luar media massa ataupun bagi pemilik media massa sendiri dalam menghadapi masyarakat. Pada sisi lain, keberadaan media massa dilihat dari sifat materinya yang terdiri atas fakta dan fiksi. Kedua macam materi ini selain memiliki perbedaan dalam hal sumbernya, juga memiliki konteks kemanfaatan yang berbeda bagi penerimanya. Materi factual membawa penerimanya kepada alam interaksi sosial yang bersifat empiris dan obyektif, sementara materi fiksional ke alam psikologis yang sifatnya subyektif. Secara sederhana dapat disebut bahwa yang pertama mengajak orang untuk ke dunia luar, untuk terlibat pada alam sosial. Sedang yang kedua membawa orang ke dunia dalam (inner world), memasuki alam psikologisnya sendiri.
Media massa sangatlah berpengaruh terhadap linkungan masyarakat. Dengan adanya media massa masyarakat akan selalu tahu tentang kemajuan zaman, bahkan kemundurannya suatu Negara. Dalam arti, adanya komunikasi massa masyarakat bisa mengkonsumsi sumber berita yang terkini bahkan yang akan datang, masyarakat akan lebih tahu dengan keadaan kehidupan yang berada di alam sekitarnya, tahu keadaan suatu Negara, dan bahkan akan tahu keadaan / kemajuan tentang tehnologi – tehnologi baru yang ada di luar lingkungannya.
Meskipun demikian tetap saja ada beberapa kasus penyalahgunaan media massa yang dilakukan oleh oknum - oknum dengan mengandalkan kelemahan media massa sebagai alatnya. Seperti yang diungkapkan oleh Drs. Abdulsyani bahwa bacaan-bacaan yang buruk, porno, kriminal merupakan factor faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kriminalitas15. Karena bacaan bacaan yang demikian lebih menarik untuk dibaca dan lebih besar pengaruhnya daripada bacaan-bacaan yang berisikan pengetahuan umum dan berita social kemasyarakatan lainnya. Menurut Stephen Hurwitz 16, memang pengaruh bacaan demikian dapat berbahaya, sekalipun sekaligus Hurwitz mengatakan bisa sebaliknya. Dikatakan demikian karena bacaan yang buruk itu bisa sampai pada batas tertentu dapat diimbangi, artinya keburukan dapat membelokkan kecenderungan kriminal dengan jalan memberi kan kepuasan kepada fantasi, sehingga dapat ditemukan pemecahan bagi si pembaca itu sendiri. Terutama terhadap bacaan yang menyajikan pornografi. Sedangkan menurut Louis Ie Maire17, bacaan pornografi, terutama dalam bentuk –bentuk cerita bergambar yang mudah didapat umum, merupakan sumber yang berbahaya, khususnya bagi orang -orang yang punya predisposition (pembawaan) melakukan kejahatan seks. Yang dapat juga disebabkan oleh trauma pelecehan seks massa kecil si pelaku.

Download E-Book Gratis Dan Wacana Yang Lainnya

0 comments :

Posting Komentar