Melakukan Analisa Jabatan ( Job
Analisis )
Job Analisis dilakukan melalui proses tiga arah antara pemegang
jabatan (job holder), atasan (superior) dan job analis.
Terkadang bila diperlukan, dapat melibatkan orang lain,misalnya orang yang
memiliki job yang sama, atau orang yang lebih senior yang berada dalam satu
departemen dengan pemegang jabatan, atau bisa juga orang yang mengerti dengan
jabatan tersebut.
Pemegang jabatan merupakan sumber
informasi utama karena dialah yang lebih mengetahui pekerjaannya dibandingkan
dengan orang lain. Atasan melihat jabatan tersebut dalam perspektif :
mampu melihat bagian yang lebih fokus yang tidak terlihat oleh pemegang jabatan
sebagaimana mestinya. Job analis adalah orang luar yang independen dan terlatih
untuk melihat job dan membantu Pemegang jabatan dan atasan memberikan draft dan
menuntun perubahan-perubahan yang dilakukan semua pihak terkait sampai hasil
akhir.
Prinsip
dasar dalam melakukan analisa jabatan adalah :
- Melakukan analisis, bukan membuat list atau daftar tugas pekerjaan
- Menganalisa job-nya bukan orang yang memegang jabatan
- Fakta bukan judgement (penghakiman)
Rentang
isi Job Description
Gugus tugas, tanggungjawab dari job description berupa
rentang/kisaran jabatan dalam Min Tugas dan Max Tugas pada periode waktu
tertentu. Jika tugas/tanggunjawab tersebut sudah dibawah Min (—) Tugas, maka sebaiknya dilakukan
revisi terhadap job description tersebut (job re-analysis ). Demikian
juga jika tugas/tanggungjawab sudah melewati Max Tugas.
Dari sini terlihat bahwa job description merupakan
dokumen yang dinamis, mengikuti perkembangan, strategi kondisi maupun situasi
organisasi.
Membuat uraian jabatan
(job description)
Mengapa kita memerlukan
uraian jabatan (job description)?. Ini tentunya kembali dari
organisasi sendiri. Organisasi mempunyai alasan, mengapa harus ada, untuk apa
diadakan, dan sasaran apa yang harus dicapai. Karena itu organisasi
merumuskan visi, misi dan perencanaan yang kemudian membentuk struktur. Dari
struktur inilah selanjutnya pekerjaan / jabatan (job) itu muncul.
Jabatan merupakan unit dasar dari
struktur organisasi yang membangun organisasi. Semua jabatan harus
dikombinasikan untuk mencapai tujuan, sehingga jabatan harus berhubungan dengan
individu (employee) dan organisasi sebagai pemilik (employer).
Dari sinilah jabatan bisa disebut sebagai kumpulan tanggungjawab / aktifitas
untuk menghasilkan sesuatu .
Untuk mengetahui apa kumpulan
tanggungjawab/aktifitas tersebut, maka perlu ada analisa yang disebut sebagai
analisa jabatan (job analysis),
sebagai suatu proses mengumpulkan,
mengkategorikan dan mendokumentasikan seluruh informasi yang relevan tentang
jabatan tersebut dalam periode tertentu. Hasilnya, sudah tentu dinamakan
uraian pekerjaan/ uraian jabatan (job description).
Manfaat
dari uraian jabatan diantaranya :
- Atasan– untuk mengoptimalkan peran dan tanggungjawab bawahan
- Pimpinan Organisasi– untuk dapat memimpin dan memberikan motivasi agar pemegang jabatan menghasilkan kinerja optimal.
- Pemegang jabatan– sebagai panduan dan pedoman kerja serta mengetahui apa yang harus dilakukan dan diharapkan dari organisasi
- Perekrut– untuk mengetahui kandidat yang tepat dan paling cocok sesuai kebutuhan jabatan
- Trainer– untuk mengetahui kebutuhan pelatihan bagi pemegang jabatan
- Assessor– untuk melakukan analisa terhadap pemegang jabatan (penilaian kemampuan, wawancara yang mendalam dll)
- Perencana Karir (Succession Planner)– untuk menempatkan individu sesuai dengan peran, tanggungjawab dan kebutuhan organisasi.
- Perencanaan dan Pengembangan Organisasi (Organization Development & Planner) –untuk membuat perencanaan pengembangan organisasi yang membutuhkan pemahaman tentang jabatan dan jenis peran / tanggungjawab yang diperlukan
- Job Evaluator–untuk membobot jabatan dan membandingkan jabatan lain di dalam organisasi.
Maka jelaslah bahwa job
description adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat
navigator, job description adalah peta yang menentukan arah, kemana
harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya. Sudah tentu,
sebelum membuat job description, didahului dengan yang namanya job
analysis.
Perekrutan SDM: penerimaan
calon pegawai.
Untuk perekrutan pegawai maka akan
diadakan pembukaan penerimaan calon pegawi.
Ada
dua jenis penerimaan pegawai, yaitu ada pekerja tetap dan pekerja tidak tetap.
Untuk menjadi pekerja tetap maka harus memenuhi persyarata - persyaratan yang
di adakan oleh Instansi tersebut.
Langkah
langkah yang di lakukan oleh Instansi untuk perekrutan pekeraja yaitu:
1. Untuk
pekerja petap
·
Pengumuman penerimaan
pegawai baru.
·
Pendaftaran.
Bagi calon pekerja tetap biasanya di adakan
seleksi Administrasi ( kelengkapan naskah / dokumen lamaran)
2. Untuk
pekerja tidak tetap
·
Pengumuman penerimaan
pegawai baru.
·
Pendaftaran.
Bagi calon pekerja tidak
tetap juga di adakan seleksi Administrasi ( kelengkapan naskah / dokumen
lamaran) tetapi lebih longgar.
Metode penerimaan calon
pegawai.
Metode yang di gunakan untuk
penerimaan calon pegawai ada dua jenis, yaitu mendaftar sendiri/melamar suatu
pekerjaan dengan sendirinya, dan melalui referesi/rujuka, dalam arti di bawa
oleh orang/pihak dalam.
Setelah diadakan penerimaan calon
pegawai, maka akan di adakan penyeleksian. Penyeleksian yang umum di gunakan
adalah penyeleksian secara tertulis ( calon pegawai di suruh menjawab
pertanyaan secara tertulis). Setelah itu diadakan tes kesehatan, setelah cek
kesehatan dan lolos (tidak menderita penyakit yang mungkin di kwatirkan akan
merugikan perusahaan) maka selanjutnya diadakan wawancara (interview). Setelah calon pegawai diterima makan ada:
- penetapan,
Hal tersebut biasanya di tambahi dengan orientasi organisasi, jika orientasinya
bagus makan semakin banyak peluang untuk meraih jabatan yang sesuai dengan
keterampilan calon pegawai.
- Penempatan
calon pegawai/masa percobaan, calon pegawai akan di uji keterampilannya di
nidang tertentu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Pembinaan
pegawai:
ü Kedisiplinan,
Para pegawai di haruskan disiplin untuk menaati peraturan – peratutan yang
sudah di tentukan.
ü Pengangkatan
pangkat/jabatan. Kenaikan suatu jabatan bisa lebih tinggi jika pegawai berprestasi
dalam bidang pekerjaannya secara maksimal.
Penilaian kinerja.
Untuk penilaian kinerja karyawan,
ada beberapa jenis tentang penilaian kinerja, antara lain:
a. Disiplin
kehadiran, ketepatan waktu pulang dan istirahat (selalu hadir tepat waktu)
b. Jumlah
hasil pekerjaannya yang di capai / di hasilkan. ( banyaknya sesuatu yang di
peroleh/yang di inginkan perusahaan ).
c. Kualitas
hasil pekerjaan yang di capai / di hasilkan. (hasil suatu keterampilan dalam
suatu pekerjaan)
d. Satuan
waktu yang di gunakan dalam menghasilkan sesuatu. (bekerja cepat dan dan tidak
memakan banyak waktu untuk menghasilkan
sesuatu dalam bidangnya)
e. Satuan
sumberdaya yang di gunakan dalam menghasilkan sesuatu.
f. Kemampuan
bekerja sama / berkomunikasi.
0 comments :
Posting Komentar